Perangi Kresek dan Blast, Panen Melimpah - AGRINA ( Fokus, Vol 10 , Hal 9 ) 20 Januari 2015
Penyakit yang disebabkan cendawan Pyriculariaoryzae ini mulai menyerang padi pada fase vegetative umur 15 - 45 HST Gejala awal blast ditandai dengan timbulnya bercak pada daun yang berbentuknya khas serupa belah ketupat atau jajaran genjang. Penyakit ini kerap disebut blast daun atau leaf blast.
"Kalau kena blast daun bisa 50% hilang karena serangannya lebih awal sehingga tanaman nggak bisa produksi. Kalau daunnya rusak semua, boro-boro masuk fase generatif," terang Hadi Suparno, SP, Development and Registration Manager PT Royal Agro Indonesia.
Menurut Hadi, penyakit blast mulai aktif menyerang kawasan persawahan di Jawa sejak lima tahun terakhir. Salah satu penyebabnya, keengganan petani untuk melakukan pergantian varietas padi yang digunakan. "Lantaran varietasnya nggak ganti-ganti, maka dia rentan (terserang blast) ," tukasnya. Hadi menambahkan, mula-mula blast hanya menyerang varietas path gogo di dataran tinggi. Kini blast juga menyerang pertanaman path dataran rendah yang kebanyakan petaninya setia menanam varietas 1R64 dan Ciherang yang masing-masing dirilis pada 1986 dan 2000. Pada fase generatif, menjelang usia 60 HST, blast semakin gencar menyerang pada mulai path yang menyebabkan busuk dan mudah patah sehingga disebut patah leher (neck blot). Serangan neck blast hampir merata di seluruh Indonesia. Kehilangan hasil panen yang ditimbulkan, kata Hadi, sepadan dengan serangan yang ditimbulkan. "Mau serangannya 5%, kehilangan hasilnya juga 5%, kalau 10% maka 10%. Malainya patah, sehingga malai jatuh atau pengisian-nya tidak sempurna," papar Sarjana Pertanian lulusan IPB ini.
Hadi menjelaskan, penyakit leaf blast bisa dikendalikan dengan Remazole-P 490 EC, yaitu fungisida proteklif yang mengandung bahan aktif propliconazol dan prokloraz. Remazole-P digunakan pada padi umur 40 HST sebanyak 400 - 500 ml/ha untuk mencegah serangan cendawan Rhizoctonia solani penyebab hawar pelepah dan Cercospora oryzae, penyebab penyakit bercak dam atau bercak sempit, blast, serta memperkuat batang path. "Azole bisa dipakai untuk yield increasement melalui rnenambah jumlah malai produktif Kalau kita aplikasikan saat 40 hari akan jauh lebih mempengaruhi karena di situ masih fase primordia atau booting stage," jelasnya. Serangan neck blast dicegah melalui penggunaan Apropo 200 SC, fungisida sistemik yang mengandung azoksistrobin dan propikonazol, digunakan pada path umur 60 HST sebanyak 500 ml/ha. Selain mengatasi blast, Apropo juga ampuh menghindari munculnya bulir padi kotor (dirty panicle).jika tidak dikendalikan, bulir kotor akan mengurangi panen sebanyak 20%-30%. Sementara agar path tumbuh kuat dan kokoh sejak dini, Hadi menyarankan penyemprotan Agadi50 SC pada umur 15 dan 30 HST. Pasalnya, Agadi mengandung GPI' yang berguna menyuburkan tanaman dan memperbanyak anakan. Selain itu, Agadi juga mampu mengendalikan serangan wereng cokelat dan penggerek batang padi. Dosis yang dianjurkan sebanyak 500 ml/ha sebanyak dua kali penyemprotan.
Cukup mudah bukan?
Link : AGRINA ( Fokus, Vol 10 , Hal 9 ) 20 Januari 2015 .




Pengunjung Online : 1
Pengunjung Hari Ini : 135 
